ISBAL ??

Pernahkan anda melihat seorang laki2 muslim yang mengenakan celana ngatung/cingkrang, atau bisa juga memakai sarung tapi terlalu tinggi bawahnya?.
Ketahuilah saudara2ku para muslimin & muslimat yang dirahmati Allah azza wa jall, mereka melakukan itu karena ketaqwaannya kepada Allah azza wa jall melalui apa2 yang pernah di ajarkan dan diperintahkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Mereka tidak perduli dengan penilaian2/komentar2 duniawi disekitarnya yang mencemooh penampilan berpakaian mereka. Mereka memahami betul hadist2 tentang Isbal.
Berikut ini adalah hadist2 tentang Isbal yang Shahih yang tidak ada perdebatan lagi didalamnya dari segi matan hadist. Perdebatan hanya pada sisi pengamalannya yang biasa dilakukan oleh para manusia2 pembangkang, termasuk Ulama2, kiyai2, Ustadz2 yang enggan mentaati Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah ini. Bukankah kita masih sering melihat Ulama2, Kiyai2, da’i, Ustadz2 atau orang2 Islam yang memakai celana panjang sampai menutupi mata kakinya? Dalam hal ini boleh jadi mereka awam atau mereka berdalih bahwa hadist Rasulullah itu sudah tidak cocok lagi diaplikasikan saat ini. Mereka juga berdalih bahwa hadist itu untuk kebudayaan arab saja, jadi kita diluar tanah arab tidak usah mengikuti hadist tersebut karena tidak sesuai dengan budaya kita.Astaghfirullah. ……..
Ketahuilah, syari’at ajaran islam itu berlaku untuk seluruh dunia dari mulai jamannya Islam diturunkan sampai hari kiamat nanti tanpa pandang bulu negara mana, dibelahan dunia mana, abad berapa dsb dsb. Hadist2 Tentang ISBAL (Memanjangkan celana / sarung sampai menutupi mata kaki bagi pria Muslim)
1. “Barang siapa yang benci terhadap sunnahku berarti dia bukan dari golonganku”(SHAHIH, HR Bukhari dan Muslim)
2. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“ Kain (Pakaian, Sarung, Celana) apa saja yang berada di bawah kedua mata kaki, maka tempatnya adalah neraka” (SHAHIH, HR Bukhari)
3. Dari Abu Dzar, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Tiga macam orang yang Allah tidak akan mengajak bicara mereka di hari kiamat nanti, tidak juga memandang dan mensucikan mereka, bahkan bagi mereka siksa yang amat pedih. Mereka adalah orang yang memanjangkan celanannya hingga menutupi kedua mata kakinya, orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian /jasanya dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu” (SHAHIH, HR Muslim)
4. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Pakaian seorang mukmin sebatas pertengahan kedua betisnya. Tidak mengapa ia menurunkan dibawah itu selama tidak menutupi kedua mata kaki. Dan yang berada dibawah mata kaki tempatnya di neraka.”(SHAHIH, HR Abu Daud, Malik)
5. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda ” Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menerima shalat seseorang yang melakukan Isbal.” (SHAHIH, HR Abu Dawud namun didiamkan oleh Syaikh Albani)
6. Sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan dari Jabir Ibnu Sulaiman : “Hindarilah Isbal olehmu dalam berpakaian, karena sesungguhnya memanjangkan pakaian melewati mata kaki itu tergolong tanda kesombongan.” (SHAHIH, HR Abu Daud dan At Tirmidzi)
7. Hadist Utsman : “ Bahwasanya pakaian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam sampai pertengahan betisnya “ (SHAHIH, HR At Tirmidzi , Al Albani)
8. Dari Ibnu Umar Bin Khatab, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :” Tatkala seorang lelaki pakaiannya Isbal, tiba-tiba ia dibenamkan, maka diapun timbul tenggelam kedalam tanah dengan suara bergemuruh sampai hari kiamat.” (SHAHIH, HR Bukhari)
9. Dari Al Mughiroh bin Syu’bah, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Wahai Sufyan bin Sahl, janganlah kamu melakukan Isbal, sebab Allah tidak menyukai orang2 yang melakukan Isbal” (SHAHIH, HR Ibnu Majah, Al Albani)
10. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam melihat dari jauh seorang lelaki yang Isbal, lalu beliau cepat2 mengejarnya, sambil berlari kecil beliau bersabda “ Angkatlah pakaianmu dan takutlah kamu kepada Allah!”. Lelaki tersebut menjawab: ”Aku adalah orang yang berpenyakit kaki bengkok seperti X, lututku berbenturan”. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Angkatlah pakaianmu karena sesungguhnya setiap ciptaan Allah itu indah”. Maka sejak saat itu tidak telihat pada lelaki itu kecuali pakaiannya sampai setengah betisnya. (SHAHIH, HR Ahmad, Bukhari dan Muslim)
11. Dari Ibnu Umar Bin Khotob : “ Aku pernah melewati Rasulullah dan pakaianku kebetulan kedodoran, maka beliau bersabda : ” Angkatlah pakaianmu!” lalu akupun mengangkatnya, kemudian beliau besabda lagi: ”Tambah lagi!” maka akupun mengangkatnya lagi. Semenjak itu akupun selalu menjaganya. Ketika orang2 bertanya kepadaku : ”Sampai dimana?” ,aku jawab “Sampai setengah kedua betis” (SHAHIH, HR Muslim)
12. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Apa saja yang aku perintahkan kepada kalian, maka laksanakanlah semampu kalian, dan apa yang aku larang maka jauhilah” (SHAHIH, HR Bukhari dan Muslim)
13. Allah SWT berfirman :”Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah” (QS Al Qur’an. Surat Al Hasyr : 7)
ISBAL adalah celana panjang atau sarung atau pakaian (gamis/jubah) yang dikenakan oleh kaum pria yang panjangnya melewati mata kakinya sehingga mata kakinya tertutup oleh pakaian/celana/sarung tersebut. Pelakunya disebut Musbil. Adapun kaos kaki maupun sepatu boot tidak masuk dalam hukum ISBAL, karena Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam terkadang sholat dengan Kuf (Sepatu Boot).
Larangan ISBAL hanya berlaku bagi lelaki muslim, sedangkan wanita muslimah justru harus ISBAL.
Ada 4 golongan orang Islam tentang masalah ini :
1. Mereka yang benar-benar awam terhadap Islam sehingga tidak tahu akan adanya hadist2 semacam ini. Golongan ini adalah mayoritas terutama di Indonesia.
2. Mereka yang tahu tapi tidak taat dan meremehkan hadist2 ini. Mereka terperangkap pada hawa nafsu duniawi dan cenderung pada pembangkangan. Mereka berdalih masalah beda budaya-lah, mereka menuduh hadist palsu-lah, hadist Dho’if-lah, malu jika harus bercelana cingkrang-lah, dan macam2 alasan lainnya yang intinya justru menunjukkan kebodohan mereka dalam masalah hadist. Mereka tahu Islam hanya sebahagian kecil saja (Kulit luarnya saja). Golongan inipun banyak jumlahnya.
3. Mereka yang taat, tapi hanya sebatas ketika sholat. Jika sedang tidak sholat, mereka kembali kepada Isbal.
4. Mereka yang taat sepenuhnya baik ketika sholat mapun diluar sholat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka benar-benar taat pada perintah dan sunnah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam serta mencintainya. Inilah yang biasa dilakukan oleh golongan Ahlus Sunnah wal jama’ah .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: