Paham dan Aliran SESAT di Indonesia ( bag 2 ) — Gerakan SYIAH

Bagi yang belum membaca Paham dan Aliran Sesat bag 1

silahkan dibaca disini : http://www.facebook.com/editnote.php?draft&note_id=129541133774124&id=100001870223557 ( Aliran dan Paham Sesat bag 1 )

GERAKAN SYIAH di INDONESIA

Gerakan Syiah di indonesia luar biasa aktifnya.Mereka sangat pintar menempatkan orang-orangnya di posisi penting serta sangat lihai melobi para pejabat pemerintah.Kelompok Syiah Indonesia dengan dukungan terang-terangan dari kedutaan Besar Iran di Jakarta.

Posisi yang mereka atur :

1. Dr.Jalaluddin Rachmat untuk menggarap keluarga mantan wakil Presiden Soedarmono serta kelompok elit Kebayoran Baru dengan menggunakan Yayasan (Pengajian Sehati)
2. Ir Haidar Bagir (Pemimpin di Harian umum Republika) menggarap orang-orang dekat Habibie (ketua Umum ICMI – IKatan Cendekiawan Muslim se Indonesia – yang kemudian menjadi Wapres dan sempat jadi presiden sementara melanjutkan Soeharto) dan kelompok intelektual lainnya.
3. Prof.Dr.Quraisy Shihab yang menggarap tokoh agama termasuk Majelis Ulama Indonesia yaitu untuk mementahkan keputusan-keputusan Majelis Ulama Indonesai,kalau ada keputusan MUI yang mau keras terhadap aliran-aliran sempalan.Dan dengan pendekatannya yang intensif dengan keluarga cendana akhirnya dia terpilih menjadi Menteri Agama pada kabinet Pembangunan VII, Sehingga LPPI ( Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam ) mengeluarkan brosur kecil yang berjudul : SYIAH dan QURAISH SHIHAB. Seandainya dia terpilih lagi menjadi Menteri Agama oleh Presiden Habibie, maka LPPI akan menerbitkan buku yang lengkap tentang Quraish Shihab mengenai keterlibatannya dengan Syiah terutama mengenai buku-buku tulisannya.

Gerakan Syiah di Indonesia mempunyai beberapa percetakan / penerbitan besar serta modern untuk menerbitkan buku-buku SYIAH.Percetakan tersebut adalah :
-Penerbit Mizan Bandung
-Penerbit Pustaka Hidayah Bandung
-Penerbit Lentera Hati Jakarta
-Penerbit Al Huda

Menurut penelitian LPPI tahun 1996 yang lalu,penerbit-penerbit Syiah di Indonesia telah menerbitkan 82 jilid buku yang menyebarkan ajaran Syiah ( itu dari dua penerbit saja yaitu Penerbit Mizan & Pustaka Hidayah ) belum diteliti Penerbit Syiah yang lainnya.

Gerakan Syiah juga sudah mempunyai yayasan-yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan pesantren,
antara lain :

1. Yayasan Muthahari Bandung – SMA Muthahari
Pimpinan : DR. Jalaluddin Rachmat
Alamat : Jl. Kampus Kiaracondong Bandung ,jawa barat.

2. Yayasan Al Muntazar Jakarta
Pimpinan : Ust Abdillah
Alamat : Blok E/ VII No.43 Taman kota,kel.Kembangan kec.Kembangan Jakarta Barat

3. Yayasan Mulla Sadra Bogor , sekarang bernama : IPANI ( Ikatan Pemuda Ahlul Bait )
Alamat : Villa Merdeka , Jl. Pesantren Kav. 14 Cimanggu, Bogor, Jawa Barat. PO Box 509, Telp.0251-375550

4. Yayasan Pesantren Yapi Bangil , Jawa Timur
Pimpinan : Ust Zahir Yahya dan Ust Alwi bin Syech Abu Bakar ( BSA )
Pesantren Putri : Jl Kincir Mas Bangil
Pesantren Putri : Jl Karsikan Gg III, Bangil
Pesantren Putera : Kenep , Bangil PO BOX. Bangil

5. Yayasan Al-Jawwad Bandung, Jawa Barat
Pimpinan : Ust Husain Al Kaff
Alamat : PO BOX 1536 Bandung 40122 Telp. O22-216679

6. Yayasan Muhibbin Probolinggo
Pimpinan : Ust Khozin
Alamat : Jl KH.Hasan No 8 Probolinggo

7. Pesantren AL Hadi Pekalongan , jawa tengah
Pimpinan : Ust Ahmad Baragbah
Alamat : Jl. HA.Salim Gg. VI/2 Pekalongan PO BOX 88 pekalongan

8. Yayasan Yapisma Malang ,Jawa Timur
Pimpinan : Kolonel Yusuf Khoiron
Alamat : Jl. Blimbing Singosari Malang

9. Yayasan Madinatul Ilmi (Depok Bogor) , Jawa Barat
Pimpinan : Ust Hasan al Idrus ( pangilan : Hasan Dalil )
Alamat : Jl Margonda Raya No. 224 Depok 16147 Telp 7760806

10. Yayasan Darul Habib Jakarta
Pimpinan : dr. Hasan Arifin Al Haddad
Alamat : Jl Cempapak Putih 9 A/7 Cempaka Putih , Jak-Pus

11. Yayasan Yasin Surabaya
Alamat : Jl Ngamplungan 5 No 10-11 surabaya

12. Yayasan Babul Ilmi , Jakarta
Pimpinan : Ust Drs. Husain Shahab ,MA
Alamat : Jl Nangka VI No 17 Jatibening II Bekasi 17412 Telp : 021 – 8418950

13. Yayasan Al Huda
Alamat : Jl Tebet Barat II No 8 Jakarta, telp 021-9194142
Kegiatan : Menerbitkan buku-buku SYIAH , Pameran Buku Syiah ,khaul Khomeini dan acara-acara SYIAH.
Yayasan ini menerbitkan Buletin Bulanan ” Babul Ilmi” yang disebarkan kepada masyarakat.

KESESATAN DAN PENYIMPANGAN SYIAH

1. Syiah memandang Imam itu Ma’shum ( orang suci )
2. Syiah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah) adalah rukun agama.
3. Syiah menolak Hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait
4. Syiah pada umumnya tidak mengakui Kekhalifahan Abu Bakar, Umar,dan Utsman
5. Syiah menghalalkan nikah Mut’ah ( Kawin kontrak ) yang sudah diharamkan oleh nabi muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam.
6. Para Imam diangap Ma’shum ,itu bertentangan dengan Islam karena yang ma’shum hanyalah nabi.Bahkan Syiah sendiri sampai kemudian membatasi kewenangan imam setelah kasus Imam Khomeini yang cenderung menuruti kehendak hawa nafsunya hingga akan mengakibatkan hancurnya rakyat Iran karena tetap diharuskan berperang dengan Irak,maka kemudian dibatasilah wewenang Imam. ( Lihat Hartono Ahmad Jaiz,Dibawah Bayang bayang Soekarno-Soeharto, Tragedi politik Islam Indonesia dari Orde lama hingga Orde baru,Darul Falah,Jakarta,cet kedua, 1420 H , Hal. 129 )
7. Syiah menggunakan senjata taqiyyah ( berbohong ), dengan cara menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya,untuk mengelabui . ( Lihat Kitab Al Kafi fil Ushul,juz II Hal 217 )

Syiah percaya kepada Ar Raj’ah,yaitu kembalinya roh-roh ke jasadnya masing2 di dunia ini sebelum Kiamat di kala Imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam kepada lawan-lawannya.

SYIAH Memporak-porandakan Umat ISLAM

Syiah telah terang-terangan memporak-porandakan ajaran Islam dan umat islam sejak adanya anggapan bahwa yang berhak menjadi khalifah sepeninggal nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam adalah Ali bin Abi Thalib.Anggapan itu bukan sekedar tak mengakui kekhalifahan Abu bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab ,dan Utsman bin Affan, tetapi sampai mengkafirkan para sahabat yang termasuk dijamin masuk surga oleh nabi muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam.Bahkan lebih dari itu, Syiah menganggap yang berhak menjadi khalifah adalah Ali bin Abi Thalib serta keturunannya sampai 12 orang yang disebut imam dan dianggap ma’shum terpelihara dari kesalahan-kesalahan.
Kecuali Syiah Zaidiyah,rata-rata Syiah yang sektenya bercabang banyak sekali itu mengingkari kekhalifahan Abu Bakar , Umar , dan Utsman.
Sekiranya diteliti dan dipelajari apa yang ditulis dan dibicarakan oleh kaum syiah tentang para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam,ternyata mereka menganggap bahwa para sahabat itu menyerupai komplotan pencuri dan perampok.Mereka (sahabat nabi) dipandang tidak beragama dan tidak mempunyai kata hati untuk mencegah kebohongan,kebinasaan dan kerusakan duniawiyah.Padahal menurut riwayat yang sebenarnya,ternyata para sahabat itu dalam sejarah,dari generasi ke generasi,dari dahulu sampai sekarang,tercatat sebagai orang-orang yang sangat bertaqwa kepada Allah dan terhormat jalan hidupnya.Lagi pula ajaran Islam tidak akan tersebar keseluruh pelosok alam,tanpa usaha para sahabat yang dengan gagah berani sangup meninggalkan keluarga dan kampung halaman,dalam membela kebenaran apa yang diyakininya,dalam rangka menaati jalan Allah.” (Dr Musthafa AS Siba’i,Al hadits sebagai sumber Hukum -Kedudukan As sunnah dalam pembinaan Hukum Islam,terjemahan Drs Dja’far Abd Muchith, CV.Diponegoro Bandung,cet 3,1990,halaman.22/ Muqaddimah ).
Untuk sekedar diketahui ,muqaddimah yang merupakan bagian penting dari buku itu (ada maslaah Mu’tazilah,Syiah,dan Orientalis) tidak diikutkan sama sekali dalam edisi buku yang sama yang diterjemahkan oleh Dr.Nurcholish Madjid,1991. Barangkali ” kesengajaannya” itu merasa bisa ditutupi dengan pengantar penerjemahnya (Nurcholis Madjid) yang menyatakan, “….Buku ini tidaklah merupakan terjemah seluruh isi buku aslinya.Buku aslinya itu cukup tebal,dan memuat hal-hal yang barangkali untuk sebagian besar kita kurang perlu.Maka terjemah ini dicukupkan pada batas yang memuat hal-hal yang paling bergudan dan mendesak.”
Dari pengantar penerjemah (Nurcholish Madjid) itu kita boleh bersikap,benarkah kilah itu,bahwa ada kondisi mendesak ? Padahal,buku As sunnah wa Makaanatuhaa fit Tasyri-‘il Islami itu tahun 1990 saja sudah dicetak terjemahannya yang ketiga kali.Sedang Nurcholish Madjid menerjemahkannya pula (dengan dipotong-potong) di tahun 1991.Disamping itu,buku terjemahan yang sudah ada itu hanya 382 halaman,bukan cukup tebal seperti yang diakukan Nurcholish.
Ada apa gerangan dibalik sana? Memang Nurcholish pernah menyarankan para remaja YISC (Youth Islamic Studi Club) Al Azhar Kebayoran Baru jakarta untuk belajar SYIAH.Pidato Nurcholish itu mengakibatkan resahnya para pengurus Masjid Al Ahzar jakarta.Terakhir dalam seminar Nasional tentang SYIAH, di Masjid Istiqlal Jakarta 21/9/1997,Syu’bah Asa Wakil pemimpin Redaksi Majalah Panji Masyarakat mempersoalkan Paramadina, yayasan yang dipimpin Nurcholish MadjiD. Masalahnya,yayasan itu justru menjadikan buku 40 Hadits Khomeini sebagai buku pegangan dalam belajar di Paramadina. Padahal menurut Syu’bah Asa,buku itu tidak ada haditsnya, ada satu dari Aisyah saja justru mencela Aisyah.Lebih tandas lagi Syu’bah mempersoalkan pula,kenapa Nurcholish dan Dawam Rahardjo kajiannya justru menguntungkan SYIAH.Seperti disampaikan Syu’bah dalam wawancara dengan GATRA, ” Kajian-kajian ilmiah yang dilakukan orang-orang seperti Nurcholish Madjid dan Dawam Rahardjo kajiannya justru lebih menguntungkan SYIAH.Contohnya,Jalaluddin Rachmat diberi ruang dan waktu cukup luas di Paramadina yang dipimpin Nurcholish Madjid.Dawam Rahardjo juga pernah mengatakan bahwa dunia Sunni berhenti.Saya yakin,apa yang diucapkan Dawam itu tanpa penelitian.Saya baca karya-karya Muthahhari dan Hosen Nasr,ternyata pemikirannya itu setereotipe Barat-Timur,tidak seperti Iqbal (Muhammad Iqbal,red) yang lebih dalam .” (GATRA ,11 Oktober 1997)

Penghujatan terhadap para sahabat dan umat islam (Sunni) secara keseluruhan memang sejak dulu oleh Syiah .Hingga istilah taqrib (pendekatan) antara sunni dan syiah sengaja diciptakan sebagai kedok untuk menikam dan menjelek-jelekkan,mencaci maki para sahabat dan Muslimin (Sunni) pada umumnya,sebagaimana dikemukakan Dr. Musthafa As-Siba’i.
” Malahan masih terdapat buku lainnya yang lebih keji dari itu yang diterbitkan di Irak dan Iran yang mendeskreditkan Aisyah (Ummul Mukminin) -serta sejumlah sahabat lainnya dengan kata-kata yang menusuk setiap orang yang masih mempunyai perasaan dan kata hati .” ( As Siba’i ,ibid, hal 24 ).

Tak Mengaku Syiah Sambil Mengkafirkan Sahabat

Model menyakiti hati bahkan mengkafirkan para sahabat ternyata bukan hanya dilakukan oleh orang yang terang-terangan mengaku SYIAH.Bahkan di Indonesia, orang yang mengaku Sunni padahal di rumahnya dipasangi gambar Khomeini besar (konon dicopot,menurut sumber media dakwah) pun menulis makalah yang sangat lancang mengkafirkan para sahabat.Dialah Dr Said Agil Siraj, Wakil Khatib Syuriah PBNU yang menulis makalah berjudul “Latar Kultur dan Politik Kelahiran ASWAJA (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) “. Tulisan itu pernah menjadi heboh di kalangan umat Islam,terutama NU, disamping sebagian orang menjadi keliru, dikira yang menulis makalah itu Dr. Said Aqil Al Munawar yang memang seorang ulama NU (Nahdlatul Ulama) , yang di masa presiden Megawati jadi Menteri Agama.
Betapa beraninya Said Agil Siraj itu dalam mengkafirkan para sahabat seperti dalam tulisannya yang kami kutip ini :
” Sejarah mencatat,begitu tersiar berita Rasulullah wafat dan digantikan oleh Abu bakar ( b kecil dari pemakalah ), hampir semua penduduk jazirah Arab menyatakan keluar dari Islam.Seluruh suku-suku di tanah Arab membelot seketika itu juga.Hanya Madinah, Makkah dan Thaif yang tidak menyatakan pembelotannya.Inipun kalau dikaji secara seksama,bukan karena agama,bukan didasari keimanan,tapi karena kabilah.Pikiran yg mendasari sikap orang makkah untuk tetap memeluk Islam adalah logika bahwa kemenangan Islam adalah kemenangan Muhammad.Sedang Muhammad adalah Quraisy,penduduk asli kota Makkah; dengan demikian,kemenangan Islam adalah kemenangan suku Quraisy,kalau begitu tidak perlu murtad.Artinya,tidak murtadnya Makkah itu bukan karena Agama,tapi karena slogan yang digunakan oleh Abu Bakar di Bani Saqifah ; al-aimmatu min quraisy,bahwa pemimpin itu berasal dari Quraisy.Dan itu sangat ampuh bagi orang Quraisy.” (Latar Kultur dan Politik Kelahiran ASWAJA,hlm 3-4)
Astaghfirullaah…betapa beraninya doktor asal cirebon yang konon tesisnya tentang tasawuf Ibnu Arabi dan kini mengajar di Perguruan Tinggi Islam Negri di Jakarta ini melontarkan tuduhan sangat keji, yaitu murtad kepada para sahabat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam secara umum,dan yang masih memeluk Islam itu bukan karena keimanan tetapi karena kabilah,alias Munafik. Astaghfirullah…. Padahal,Allah Subhanahu wa ta’ala dan juga Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan bagaimana keutamaan para sahabat Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam.
” Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama(masuk Islam) baik Muhajirin maupun anshar maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha terhadap Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai,didalamnya mereka kekal selama-lamanya.Itulah kemenangan yang besar.” (QS At Taubah :100)
” Apakah kamu menertawakan kecilnya betis ibnu Mas’ud , Demi Allah yang diriku dalam Kekuasaan-Nya, Bahwa kedua betisnya itu timbangannya lebih berat daripada gunung Uhud “. (HR.Ahmad)
Meskipun Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam menegaskan kebaikan para sahabat,namun orang-orang Syiah,baik yang benar-benar Syiah secara terang-terangan maupun yg tidak mau mengaku, mereka tidak segan-segan menghujat,memurtadkan, mengkafirkan, memojokkan para sahabat hatta periwayat hadits yang terkemuka seperti Abu Hurairah.
Abu Rayyah di Mesir menghujat Abu Hurairah diantaranya menurut As Siba’i merujuk pula pada Syiah.Di Indonesia pun,Hussein Al Attas yang oleh kalangan muda yang kesyiah-syiahan disebut sebagai ustadz mereka di Cililitan Jakarta menghujat Abu hurairah secara terang-terangan, hingga dibantah oleh Abdul Hakim Amir Abdat,seorang guru hadits.Hussein Al Attas ini aktif pula datang kalau ada acara-acara Syiah di gedung Darul Aitam Tanah Abang Jakarta.Menurut Farid Ahmad Okbah peneliti syiah yang pernah memprotes Husein Al Attas, ternyata rujukan Husein dalam menghujat Abu Hurairah itu hanyalah buku Abu Rayyah, Adh’wau ‘alas Sunnatil Muhammadiyah ( Sorotan Terhadap Sunnah Muhammadiyah ) yang telah dibantah oleh As-Siba’i. Padahal Buku itu sudah dibantah oleh sepuluhan Ulama terkemuka.Diantaranya Shalih Abdul Mun’im dengan bukunya Difa’an Abi Hurairah merupakan sanggahan terbagus. Muhammad Abu Syu’bah dengan judul yang sama.Dr Ajaj Al Khatib Abu Hurairah Rawiyah, Syaikh Abdurrahman Al Mu’allim Al-Anwar Al-Kasyifa, Az zar’i Abu Hurairah wa Aqlaamul Haaqidien, dan Dr Musthafa As Siba’i As Sunah wa Makaanatuha fit Tasyri’il Islami.
Sebagai sumber Islam setelah Al Qur’an, memang hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam direkayasa untuk dirobohkan oleh SYIAH. Hal itu bukan hanya di wilayah-wilayah Syiah ,namun Di Indonesia pun bermunculan penghujat Hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam. Di antaranya tercatat pula Jalaluddin Rachmat menghujat hadits “antum a’lamu bi umuuri dunyaakum”,Engkau lebih tahu urusan -urusan duniamu.Hujatan itu dituangkan dalam bukunya, Islam Aktual, kemudian dibantah oleh Ahmad Husnan seorang ahli hadits dari Solo Jawa Tengah dalam buku ” Kritik Hadits Cendekiawan Dijawab Santri,1992.Dan Hasyim Manan dari Bangil Jawa Timur dalam Al Muslimun,Februari 1992, yang dengan riwayat otentik bahwa hadits itu shahih dari berbagai jalan.Sehingga tampak betul hujatan Jalaluddin Rachmat itu tidak memakai metode ilmu hadits, alias menghujat tanpa Ilmu, menurut dua pakar tersebut.
Mengenai Jalal di bandung yg dirinya sendiri bingung : “Saya bingung,apa saya Syiah (GATRA 11 oktober 1997), ternyata sudah sangat terkenal oleh pemuka Syiah di Iran.Pada tahun 1993,Syaikh Tashkhiri dari Iran pernah bertemu penulis (Hartono Ahmad Jaiz) di brunei, penulis (HAJ) mengaku dari Indonesia, maka Syaikh Tashkhiri langsung menanyakan nama Jalaluddin Rachmat.Ulama yang mengaku dirinya termasuk Ulama Ahli Bait (Istilah yang di klaim oleh Syiah) itu ketika penulis (HAJ) tanya, apakah Jalaluddin Rachmat itu Syiah, dia menjawab, Jalal itu mencampur anatara berbagai Madzhab.Dengan kenyataan bahwa orang-orang yang berani menghujat hadits, bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam pun di Indonesia tidak terus terang mengaku dirinya SYIAH, sampai syaikhnya sendiri pun tak menegaskan dirinya ataupun “muridnya” di Indonesia itu SYIAH,ditambah lagi diri orang itu sendiri mengaku bingung apakah Syiah atau bukan.Maka sangat aneh ucapan orang-orang Syiah setelah pembicara di Istiqlal, kenapa mereka menghujat seminar dengan dalih tidak didatangkan ulama Syiah, padahal tidak ditemui orang-orang yang mengaku langsung dirinya ulama Syiah.Dan pula,apakah ada persyaratan,seminar itu harus menghadirkan orang-orang yang mereka (pengomentar) maui seperti Dr Alwi Shihab , Abdurrahman Wahid (Gusdur) ,dan Nurcholish Madjid ?
” Saya tidak yakin, nama-nama mereka (orang syiah) ajukan itu lebih ahli ketimbang KH. Irfan Zidni , Habib Thahir Al Kaff, KH.Drs Dawam Anwar yang mengkaji Kitab Syiah 111 jilid itu,” ujar Dr.Hidayat Nur Wahid yang juga menggeluti masalah Syiah karena Tesisnya tentang aliran sesat itu.
Keanehan demi keanehan yang kadang sampai melebihi jahatnya Fir’aun pun dilakukan Syiah dalam memporak-porandakan Islam.Berikut ini dikutip ungkapan tokoh Syiah Isma’iliyah di abad ini (20) yaitu Agha Khan yang petualangannya terkenal sekali.Agha Khan yang tinggal di Barat sangat erat sekali hubungannya dengan pihak Yahudi Internasional.Agha Khan melarang pengikutnya melaksanakan ibadah Haji, sementara itu ia juga menghalalkan minuman keras (khamer), perjudian dan perzinaan. Pada suatu hari, ia ditanya oleh seorang wartawan,mengapa ia yang berpendidikan tinggi itu masih mau dipertuhan oleh pengikutnya ? Sebelum menjawab pertanyaan itu,ia terbahak-bahak seraya mengatakan , ” Bangsa India banyak yg menyembah sapi,bukankah aku lebih baik dari sapi ?” Bahkan ia juga mengatakan, Khamr yang sudah masuk diperutnya itu akan berubah menjadi air zamzam. (Dr.Abdullah Muh Ghorib dkk, Hakikat Syiah ,Pustaka Mantiq, Solo,Cet pertama, januari 1993, hlm.160)

Syiah Millah ( Agama ) Tersendiri, Meresahkan

Ungkapan mencampurkan berbagai madzhab ataupun pendekatan madzhab ataupun madzhab lima mengandung makna,Syiah itu seakan adalah satu madzhab dalam Islam. Namun dalam pengkajian Abdul Hakim Abdat, dalam seminar di Bogor 1996, dan bahkan dalam seminar di Masjid Istiqlal Jakarta tahun 1997, Syiah itu bukan Madzhab dalam Islam, tapi Millah ( Agama ) tersendiri, maka disebut sebagai Agama Syiah. Selain bukti-bukti mengkafirkan para sahabat nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, Syiah memang banyak sekali penyimpangannya di bidang Akidah,dan tidak sedikit sekte Syiah yang menuhankan Ali serta keturunan-keturunannya. Hampir setiap meningalnya imam mereka,ada sekte yang menganggap imam nya tidak meninggal ( Qaim ).Sebaliknya , ada juga sekte Syiah yang justru mengkafirkan Ali karena mau berdamai dengan Mu’awiyah ataupun mau membai’at Abu Bakar.Sedang Syiah Istna Asyariyah ( imam 12 ) yang menjadi mayoritas kini dalam ” PerSyiahan ” ,mempercayai imamnya yg kedua belas itu Ghaib,hilang waktu kecil, dan nantinya akan muncul sebagai Imam Mahdi.Ini dampaknya amat luas bagi Akidah Islam,padahal menurut penelitian WAMY, Imam ke-12 itu sendiri adalah fiktif.Namun di Bangil Jawa Timur, Husein Al-Habsyi membuat buku tentang Jum’at menurut Ahli Bait,yang isinya tidak wajib ber jum’atan selama belum ada Imam ( Maksudnya Imam Mahdi itu ).
Mendiang tokoh Syiah di Bangil itu meresahkan umat Islam, namun kegiatannya diteruskan oleh anaknya, Hidayat, yang mengajari Syiah kepada orang-orang dari luar Bangil di rumahnya. Karena ajarannya itu meresahkan masyarakat,maka Oktober 1997 lalu Hidayat digerebeg oleh seratusan Pemuda Islam ketika sedang mengajari orang-oranng tentang Syiah.
Kasus bentrokan fisik sampai pukul-pukulan pun pernah terjadi sebelumnya antara Hidayat ( Syiah ) dan Hasan ( Sunnah ) sampai ke polisi dan ke pengadilan. Hal yg hampir sama terjadi pula di Pasuruan Jawa Timur Oktober 1997.Keresahan di masyarakat akibat penyebaran Syiah itu tampak Nyata,karena bentrokan pun sampai ada penghancuran rumah. Sehingga sebenarnya lengkaplah keresahan masyarakat itu.Kalau dalam pembukaan seminar SYIAH di Masjid Istiqlal 1997, KH.Hasan Basri Ketua Umum MUI mengaduh bahwa Syiah itu meresahkan batin Umat Islam, maka kini terbukti , keresahan itu itu bukan hanya batin tetapi lahir dan batin. Terbukti panasnya bentrok fisik dan penghancuran bangunan terjadi di Bangil dan Pasuruan Jawa Timur, menurut sumber Media Dakwah.

Cabut Izin Tujuh Yayasan Syiah

Seperti diberitakan Harian Pelita, Pemerintah Indonesia cq Menteri Kehakiman RI agar segera mencabut izin tujuh yayasan Syiah yang mengembangkan ajaran Syiah di Indonesia. Ketujuh Yayasan tersebut masing-masing bernama Yayasan Muthahhari Bandung, Yayasan Al Muntazhar Jakarta, Yayasan Al Jawwad Bandung, Yayasan Mulla Shadra Bogor, Yayasan Pesantren YAPI Bangil, Yayasan Al Muhibbin Probolinggo, dan Yayasan Pesantren Al Hadi Pekalongan.
Demikian kesimpulan seminar tentang Syiah yang ditanda tangani tim perumus pada 21 September 1997. Anggota tim perumus masing-masing HM. Amin Djamaluddin , KH. Ali Mustafa Ya’kub, KH. Ahmad Khalil Ridwan Lc , Drs. Abdul Kadir Al Atas, dan Ahmad Zein Al Kaff.
Kesimpulan yang kemudian dirumuskan itu mengambil narasumber dari KH. Moh Dawam Anwar (Katib Syuriah PBNU), KH Irfan zidny MA ( Ketua Lajnah Falakiyah Syuriah NU ) , Drs. Nabhan Husein ( Dewan Dakwah Islam Indonesia ), KH.A.Latif Mukhtar MA ( Ketua PERSIS – Persatuan Islam ), Dr Hidayat Nur Wahaid ( Ketua Yayasan Al Haramain Jakarta), Habib Thohir Al Kaff ( Ketua Yayasan Al Bayyinat Surabaya ), Syu’bah Asa ( Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Panji Masyarakat). ( Lihat Harian Pelita, 23/9 1997, hlm 8).

Demikian pula penerbit-penerbit yang aktif mempropagandakan Syiah telah menerbitkan buku-buku yang menyesatkan.Di antaranya penerbit Mizan menerbitkan buku Dialog Sunni – Syiah, yang ternyata buku itu adalah fiktif, seperti ditegaskan oleh Dr Ali As Salus dalam Imamah dan Khilafah. Bahkan Syaikh Muhammad Ghazali dari Mesir sendiri yang bukunya mengkritik hadits Bukhari dan diterbitkan Mizan pun menegaskan lewat surat kepada alumni Timur Tengah di Indonesia bahwa buku Dialog Sunni-Syiah itu adalah dialog fiktif alias bohong, Ungkap KH.Ali Mustafa Yaqub alumni Timur Tengah, ketua Lembaga Pengkajian Hadits Indonesia ( LePHI ).

Syiah yang landasannya taqiyah alias bohong itu justru kini memiliki 40-an lembaga di Indonesia, Dan sejumlah Penerbit serta sejumlah wartawan simpatisan Syiah yang bekerja di berbagai media massa, menurut Habib Thohir Al Kaff. Sampai Republika yang sahamnya dari umat islam itu dipertanyakan peserta seminar di Istiqlal, kenapa sampai memuat profil tokoh Syiah di Iran sehalaman penuh. Apakah mungkin memuat sehalaman penuh pula tokoh Sunni dari Iran, misalnya. ” Ada apanya itu Koran?? ” Tanya peserta.
Dalam suatu Tabligh Akbar di Jakarta, Ustadz Khalil Ridwan dari Pesantren Husnayain pernah pula mengemukakan bahwa Majalah Umat ( Sudah tidak terbit lagi ) itu Syiah. Sumber terpercaya menyebutkan, 60 % saham Majalah Ummat dari Mizan Bandung / Haidar Baqir.
LPPI ( Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam ) mencatat,setidaknya ada 82 buku Syiah berbahasa Indonesia. Itu saja baru dari penerbit Pustaka Hidayah Bandung, dan Mizan. Belum yang lain-lain misalnya YAPI di Lampung dan di Bangil.
Dari perusakan akidah, penyebaran paham lewat buku-buku dan sebagainya, disamping ” daya tarik Nikah Mut’ah ” ( Kawin Kontrak ), semuanya itu tentunya meresahkan umat Islam.Sampai-sampai Menteri Agama ( yang lama ) Dr.H Tarmizi Taher mengemukakan diantara perbedaan prinsip antara Sunni dan Syiah adalah imamah dan mut’ah.
” Kalau sampai terjadi mut’ah ( kawin kontrak ), yg paling menderita itu anak cucu saya yang perempuan.Anda tahu, ini cerita apa adanya.Saya ketemu pejabat Timur Tengah.Dia itu Sunni, kebetulan anak buahnya Syi’i ( Syiah ). Orang Syiah itu istrinya empat.Tapi mut’ahnya empat puluh dua, anaknya dua ratus. Anak itu ndak tanggung jawab si bapak. Nah itu coba . ” ( Panji Masyarakat, 6 oktober 1997).

***

Insya Allah Bersambung

Semoga Bermanfaat.

Sumber : Buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia ,Penerbit Pustaka Al Kautsar,karangan Drs H Hartono Ahmad Jaiz

Catatan untuk lebih mengenal Agama Syiah silahkan dilihat di bawah ini :

1. http://syiahindonesia.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: