Paham dan Aliran SESAT di Indonesia ( bag 3 )— LDII / Islam Jama’ah / Lemkari / Darul Hadits

Bagi yang belum membaca Aliran dan Paham Sesat bag 1 & 2
Silahkan baca disini : -bag 1 : http://www.facebook.com/notes/abdul-rashid-al-kalbary/aliran-dan-paham-sesat-di-indonesia-bag-1-/129541133774124

bag 2 : http://www.facebook.com/notes/abdul-rashid-al-kalbary/paham-dan-aliran-sesat-di-indonesia-bag-2-/129557580439146
—————————————————————————————————————————————-

LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA ( LDII ) : SESAT LAGI MENYESATKAN

Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) ini adalah nama baru dari sebuah aliran sesat terbesar di Indonesia.Yang selama ini sudah sering berganti nama karena sering dilarang oleh pemerintah Indonesia.
Lembaga ini didirikan oleh mendiang Nurhasan Ubaiadah Lubis, pada awalnya bernama Darul Hadits, pada tahun 1951. Karena ajarannya meresahkan masyarakat Jawa Timur, maka Darul Hadits dilarang oleh PAKEM ( Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat ) Jawa Timur.Setelah dilarang, Darul Hadits itu berganti nama dengan Islam Jama’ah. Waktu aliran sesat ini berganti nama dengan Islam Jama’ah, banyak artis-artis terkenal Ibu Kota ( Jakarta ) yang masuk ke dalam ajaran sesat ini, diantaranya Benyamin S, Ida Royani, Keenan Nasution dan lain -lain. Para artis dan penyanyi itu masuk aliran sesat ini karena tertarik dengan ajaran tebus dosanya.
Karena ajaran sesatnya meresahkan masyarakat, terutama di Jakarta,maka aliran sesat Islam Jama’ah ini secara resmi dilarang di seluruh Indonesia berdasarkan Surat keputusan Jaksa Agung RI. No.Kep-08/D.A./10.1971,tanggal 29 oktober 1971.
Karena sudah dilarang di seluruh Indonesia, maka imam Islam Jama’ah Nurhasan Ubaidah Lubis mencari taktik baru,yaitu mendekati dan meminta perlindungan kepada Letjen Ali Murtopo ( Wakil Kepala Bakin dan staf OPSUS ( Operasi Khusus Presiden Soeharto) waktu itu. Letjen Ali Murtopo adalah seorang Jenderal yang dikenal sangat anti dengan Islam.
Setelah mendapat perlindungan dari Letjen Ali Murtopo, Islam Jama’ah menyatakan diri masuk dalam GOLKAR ( Golongan Karya ) Organisasi politik milik pemerintah yang sangat berkuasa sebelum tumbangnya Orde Baru ( Rezim Soeharto yang tumbang 1998 ).Dibawah naungan pohon beringin ( Lambang GOLKAR ) ini Islam Jama’ah semakin berkembang dengan nama LEMKARI ( Lembaga Karyawan Dakwah Indonesia ).LEMKARI ini karena meresahkan masyarakat pula, maka dibekukan oleh Gubernur Jawa Timur,Soelarso, dengan SK nomor 618 tahun 1988, tanggal 24 desember 1988. Namun kemudian pada Musyawarah Besar LEMKARI IV di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta,November 1990, LEMKARI diganti menjadi LDII ( Lembaga Dakwah Islam Indonesia ), atas anjuran Mendagri Rudini agar tidak rancu dengan nama Lembaga Karatedo Republik Indonesia.
Majalah Amanah No. 63 tgl. 2-15 Desember 1988 mengemukakan data perkembangan Islam Jama’ah dengan judul Resah di Balik Jubah Lemkari, bahwa sampai tahun 1972 Islam Jama’ah sudah mendirikan masjid 1500 ( Seribu lima ratus ) buah di 19 Propinsi di Indonesia, dan beberapa Pondok Pesantren besar dan megah untuk mencetak kader-kader Islam Jama’ah. Sekarang Islam Jama’ah sudah mempunyai Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) sebanyak 26 Propinsi serta memiliki masjid yang lebih banyak di Indonesia. Di Masjid mereka ini kalau ada orang Islam ( Diluar Jama’ah mereka ) yang melakukan shalat, maka tempat shalatnya itu dicuci kembali oleh mereka, karena mereka anggap Masjidnya sudah terkena najis. Mereka berkeyakinan bahwa orang Islam di Luar golongan mereka adalah kafiir dan najis.
Perwakilan Gerakan Islam Jama’ah / LDII ini sudah ada dibeberapa Negara seperti Amerika, Suriname, Australia, New Zealand, Jerman, bahkan terdapat di Makkah Arab Saudi.

POKOK-POKOK AJARAN ISLAM JAMA’AH / LEMKARI / LDII :

1. Orang diluar kelompok mereka adalah kafir dan najis,termasuk kedua orang tua sekalipun.

2. Kalau ada orang diluar kelompok mereka yang melakukan shalat di Masjid mereka,maka bekas tempat shalatnya dicuci karena dianggap sudah terkena najis.

3. Wajib taat kepada amir atau imam.

4. Mati dalam keadaan belum bai’at kepada Amir/Imam LDII ,maka akan mati jahiliyah ( Mati Kafir )

5. Al Qur’an dan Hadits yang boleh diterima adalah yang manqul ( yang keluar dari mulut Imam atau Amir mereka ).Yang keluar/diucapkan oleh mulut-mulut yang bukan Imam atau Amir mereka, maka haram untuk diikuti.

6. Haram mengaji Al Qur’an dan Hadits kecuali kepada Imam/Amir mereka.

7. Dosa bisa ditebus kepada sang Amir/Imam, dan besarnya tebusan tergantung besar kecilnya dosa yang diperbuat,sedang yang menentukan adalah Imam / Amir.

8. Harus Rajin membayar infaq,shadaqah dan zakat kepada Amir / Imam mereka,dan haram mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah kepada orang lain.

9. Harta benda di luar kelompok mereka dianggap halal untuk diambil atau dimiliki walaupun dengan cara bagaimanapun memperolehnya seperti mencuri, merampok, korupsi, menipu dan lain-lainnya,asal tidak ketahuan / tertangkap.Dan kalau berhasil menipu orang Islam di luar golongan mereka, dianggap berpahala besar.

10. Bila mencuri harta orang lain yang bukan dari golongan LDII lalu ketahuan,maka salahnya bukan mencurinya itu, tetapi kenapa kok ketahuan. Harta orang selain golongan LDII diibaratkan perhiasan emas yang dipakai oleh macan, yang sebetulnya tidak pantas, karena perhiasan ini hanyalah untuk manusia. Jadi perhiasan itu boleh diambil, dan tidak berdosa,asal jangan sampai diterkam. ( Kesimpulannya Harta diluar kelompok mereka ( LDII ) boleh untuk dicuri ).

11. Harta,uang zakat, infaq, shadaqah yang sudah diberikan kepada Imam / Amir, haram ditanyakan kembali catatannya atau digunakan kemana uang zakat tersebut. Sebab kalau bertanya kembali pemanfaatan zakat-zakat tersebut kepada Imam / Amir,dianggap sama dengan menelan kembali ludah yang sudah dikeluarkan.

12. Haram membagikan daging kurban atau zakat fitrah kepada orang Islam di luar kelompok mereka.

13. Haram shalat dibelakang Imam yang bukan kelompok mereka,kalaupun terpaksa sekali, tidak usah berwudhu karena shalatnya harus diulangi lagi.

14. Haram nikah dengan orang diluar kelompok LDII

15. Perempuan LDII / Islam Jama’ah kalau mau bertamu ke rumah orang yang bukan kelompok mereka,maka memilih waktu pada saat haid, karena badan dalam keadaan kotor ( lagi haid ) sehingga ketika ( kena najis ) di rumah non LDII yang dianggap najis itu tidak perlu dicuci lagi,sebab kotor dengan kotor,tidak apa-apa.

16. Kalau ada orang diluar kelompok mereka yang bertamu di rumah mereka, maka bekas tempat duduknya dicuci karena dianggap kena najis.

Nur Hasan Mati Diganti Anaknya, Abdu Dhohir

Imam / Amir Islam Jama’ah/ LEMKARI / LDII Nurhasan Ubaidah Lubis meninggal tanggal 31 maret 1982 dalam kecelakaan lalulintas di jalan raya Tegal – Cirebon dengan Mercy Tiger B 8418 EW setelah bertabrakan dengan Truk Fuso pada pukul tiga siang tatkala ingin menghadiri kampanye GOLKAR di Lapangan Banteng Jakarta tahun 1982. Mercy Tiger warna merah yang dia naiki tersebut terbang puluhan meter dan terjungkal masuk sawah.
Sang Amir / Imam meninggalkan harta benda yang luar biasa banyaknya. Imam / Amir diganti oleh puteranya Abdu Dhohir dan dibai’at sebelum mayat bapaknya, Nurhasan dikuburkan.Abdu di baiat dihadapan tokoh-tokoh LDII sebagai saksi bahwa puteranya itulah yang berhak mewarisi seluruh tahta kerajaan Islam Jama’ah / LEMKARI / LDII yang didirikan oleh mendiang Bapaknya. Harta yang dikumpulkan dan dipungut dari pengikut LDII, baik pungutan biasa maupun pungutan penebusan dosa itu jadi hak milik keluarga Nurhasan, karena sertifikatnya adalah sertifikat keluarga itu.

Kebohongan dalam Masalah Jama’ah dan Bai’at

Menurut Nurhasan Ubaidah, jama’ah adalah kelompok orang muslim yang membai’at seorang Amir kemudian Amir itu ditaati.Dan dia ( ubaidah ) telah mengklaim bahwa satu-satunya jama’ah yang sah sedunia adalah jama’ah dia. Karena dia mengaku, sudah dibai’at sejak tahun 1941, dimana pada waktu itu tidak ada seorang pun yang sudah dibai’at sebagai Amir. Padahal menurut berita-berita,yang pertama dibai’at di Indonesia adalah Sukarmadji Maridjan Kartosuwiryo, yang dibai’at tahun 1949 dengan DI TII dan NII -nya ( Darul Islam, Tentara Islam Indonesia, dan Negara Islam Indonesia ) — SM Kartosuwiryo itu –dianggap pemberontak, atau teroris, maka Bung Karno menyuruh kawannya yang bernama Wali Al-Fatah untuk mendirikan jama’ah tandingan dengan motto : Islam itu bukan Pemberontak, bukan Teroris, tetapi Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Maka dibai’atlah Wali Al-Fatah tahun 1954. Dan menurut pengakuannya, pembaiatannya diumumkan ke seluruh dunia lewat Radio Singapura dan Australia. ( Periwayat, dari Pak Yazid –Pare JATIM–, Pak Abu Bakar Baasyir dari ngruki solo, Abdullah Sungkar solo, juga Kiai Zainuddin Hamidi dari Cileungsi Bogor yang mengadakan ceramah di Gurah , Kediri , Jawa Timur 1990 an ).
Pada tahun 1960, Ali Rowi dari jombang Jatim berkenalan dengan Wali Al Fatah di Petojo Jakarta. Dia cerita-cerita bahwa di jawa timur ada orang yang pintar mengaji, tetapi tidak pernah menyebut-nyebut tentang bai’at, jama’ah , dan keamiran. Namanya H. Nurhasan Ubaidah. Maka dengan perantara Ali Rowi inilah kedua tokoh ( Wali Al Fatah dan H.Nur Hasan Ubaidah ) bertemu. Maka sesudah dijelaskan oleh Wali Al Fatah tentang wajibnya bai’at, jama’ah, dan keamiran, dan terjadilah perdebatan yang seru maka akhirnya H. Nurhasan Ubaidah mengaku kalah, dan kemudian dia menyatakan bai’at kepada Wali Al Fatah .Dan sekaligus dia ( Ubaidah ) diangkat oleh Wali Al Fatah menjadi Muballigh agung.itu terjadi tahun 1960.
Tidak lama kemudian, dia ( Nurhasan Ubaidah ) mengadakan asrama ( training,atau kini namanya dikenal dengan daurah ) di Gading Mangu, kecamatan Perak ,Jombang Jawa Timur.Dan sebelum penutupan,dia menyampaikan satu wejangan ( nasihat ) kurang lebihnya sebagai berikut : ” Saudara-saudara sekalian, saya akan menyampaikan sesuatu yang selama ini masih saya sembunyikan. Dan saat inilah harus saya sampaikan.” Kemudian dia ( Ubaidah ) terangkan wajibnya jama’ah, bai’at, dan ke Amiran. ” Jika tidak, kita semua akan masuk neraka.Tapi, siapa yang ia ingin jadi Amir, kemudian dijadikan Amir, maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga. ”
Mendengar penjelasan Ubaidah yang Muballigh agung itu, maka semua peserta asrama menangis, menghiba, dan meminta supaya dia ( Nur Hasan Ubaidah ) mau dijadikan Amir, supaya semua tidak masuk neraka.Karena kalau tidak ada amir akan masuk neraka semuanya.
Lalu dia ( Nurhasan Ubaidah ) berkata, “kalau semua berkata begitu, ya terserahlah saya sanggup saja.Tapi saksikanlah, bahwa saya tidak ingin jadi Amir.”
Kemudian mereka berbaiat semuanya, dan legalah mereka.Rupanya pembai’atan tersebut ,beritanya sampai kepada Wali Al Fatah,maka dia ( Ubaidah ) dipanggil,dia dinyatakan salah, dan harus membuat pernyataan tobat. Maka dia ( Nur Hasan ) pun membuat pernyataan tobat. Namun anehnya,surat pernyataan tobat tersebut ditandatangani dengan silang,yang pada umumnya, tanda silang berarti salah atau batal.Wali Al Fatah bertanya : Mengapa ini kok di -ping ( disilangi ) ? Dia ( Nurhasan ) menjawab : Inilah tanda tangan saya,yang sah. ( Cerita ini saya ( Hartono Ahmad Jaiz ) – pak Hasyim Rifai — terima dari Zainuddin Hamidi Cileungsi Boggor ).Rupa-rupanya anak Nur Hasan Ubaidah dengar-dengar juga masalah ini.Mereka bertanya-tanya, kenapa bapak sudah Bai’at kepada Wali Al Fatah, kok mendirikan jama’ah lagi. Maka dijawab oleh Nurhasan Ubaidah : ” Jamaahnya Wali Al Fatah itu tidak sah dengan dua alasan :
1. Ilmunya tidak manqul
2. Tujuannya tujuan politik. Sedangkan yang benar adalah ingin masuk surga,selamat dari neraka. Jadi yang sah adalah Jama’ah kita ini ”

Hasyim Rifa’i ( Mantan da’i Islam Jama’ah yang jadi murid Nur Hasan Ubaidah selama 17 tahun ), melanjutkan kisahnya dengan berkomentar, ” Kalau sekarang diterangkan kisah ini kepada jama’ah mereka,maka mereka menjawab : Cerita ini terbalik. Wali Al Fatah ber bai’at kepada Nurhasan Ubaidah.”
Kesimpulannya, dia ( H. Nur Hasan Ubaidah ) mengaku dibai’at tahun 1941 itu bohong.Dia ( Nurhasan ) mengerti bai’at itu baru tahun 1960 dari Wali Al Fatah orang suruhan Soekarno, yang hal itu untuk menandingi Kartosuwiryo yang di bai’at tahun 1949,yang kemudian Karto suwiryo ditangkap lalu ditahan.
Siapakah yang mem bai’at Nur Hasan Ubaidah ?? KH. Hasyim Rifa’i menyebutka diantaranya :
1. Pak Lurah Bangi, Kecamatan Purwosari Kediri. Jawa Timur
2. H.Sanusi adik kandung Nur Hasan Ubaidah
3. H.Nur Asnawi iparnya, alamat Balung Jeruk, kec.Pelemahan Kediri.

Namun pada waktu diceritakan tahun 1970, dua orang pertama itu sudah mati.Sekarang foto yang dipasang di mana-mana adalah foto Nur Hasan Ubaidah dan H. Asnawi, dan setiap orang LDII biasnaya dipasang foto itu.

Kebohongan itu Inti Ajaran Islam Jama’ah / LDII

Intinya,ajaran Islam Jama’ah yang kini bernama LDII itu adalah aliran yang berlandaskan aneka kebohongan, baik dalam menafsirkan ayat Al Qur’an maupun menerapkan Hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, dan kelicikan dalam kehidupan sehari-hari.
LDII itu adalah jelmaan dari LEMKARI , jelmaan dari JPID ( Jajasan Pendidikan Islam Djama’ah ), jelmaan dari Darul Hadits yang sudah dilarang oleh Jaksa Agung Sugiharto tahun 1971, dan dilarang oleh Pangdam Brawijaya Jatim tahun 1967.
Karena mereka menganggap orang islam di luar aliran mereka adalah bukan jama’ah dan bukan Islam, maka di luar golongan mereka dianggap kafir,yang shalat dianggap kafir Ahli Kitab, sedangkan yang tidak shalat dianggap sebagai orang musyrik. Kemudian mereka memperlakukan muslimin diluar mereka itu seperti memperlakukan terhadap orang Kafir atau Ahli Kitab. Contohnya, tidak boleh diberi salam. Alasannya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam kalu kirim surat kepada raja-raja kafir salamnya berbunyi : salaamun ‘alaa man itaba’al hudaa. Jadi bukan Assalamu’alaikum.
Harta, darah,dan kehormatan muslimin selain golongan mereka dianggap halal, boleh diambil asal jangan ketahuan. Jika ketahuan, maka harus tobat kepada Amir. Bukan salah karena mencuri,tetapi kenapa kok mencuri ketahuan.
Ini kebohongan yang sudah luar biasa.Mereka boleh mencuri dan khianat,dan takut berperang melawan orang kafir.Yang dilarang justru dikerjakan.Bukti-bukti banyak,yang mencuri tertangkap basah juga banyak.

Dalam hal mempermainkan agama, aliran yang kini bernama LDII itu memang terlalu berani.Contohnya, H Nurhasan Ubaidah sebagai AMIR Islam Jama’ah yang kini bernama LDII itu meng imami shalat.Dia beberapa kali mempraktekan sengaja kentut, memang sengaja dengan ngeden ( sengaja dikeraskan ) hingga berbunyi ” dut !!! ” sambil ia ( Nurhasan ) menggerakkan pantatnya waktu duduk tahiyat akhir. Setelah para makmumnya tertawa sehabis shalat, H. Nurhasan Ubaidah justru teratwa senang.Dia bangga dan senang kalau ditertawakan jama’ahnya dalam keadaan seperti itu. Padahal dia sendiri tahu bahwa Hadits tentang bolehnya kentut waktu duduk tahiyyat yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi itu dha’if ( Lemah ). Tetapi oleh Nur Hasan dipraktekkan dengan sengaja kentut keras-keras seperti itu, lalu tertawa gembira setelah shalat.Inikan sama dengan ” Hadits dha’if pun kalau sang Amir itu memberlakukannya, maka dianggap shahih.”
Ini ajaran yang jelas-jelas tidak benar,masih disertai dengan tertawa bangga,lagi.Dan itu dilakukan bukan hanya satu kali tapi beberapa kali dan di beberapa tempat di depan jama’ahnya.
( Demikianlah pengalaman KH. Hasyim Rifa’i, muballigh Al Sofwa, yg tinggal di kediri jatim,yg dulunya menjadi da’i Islam Jama’ah ( kini namanya LDII ) dan berkecimpung disana 17 tahun, 1966-1983. Pewawancara : Hartono Ahmad jaiz, tempat wawancara : Kantor LPPI, Masjid Al Ihsan Proyek Pasar Rumput Jak-Sel. Hari dan tanggal : Malam sabtu, 6 dzul qaidah 1420 H/ 11 februari 2000 M,saat KH. Hasyim Rifa’i mau menyampaikan makalahnya dalam seminar tentang kesesatan LDII di Yayasan Pendidikan Sunan Bonang di Komplek Perumahan Dasana Indah dan Bumi Indah Bojongnangka Legok Tangerang JABAR, 12 Februari 2000 M ).

Kebohongan Ajaran Manqul Bikinan Islam Jama’ah / LDII

Aliran Darul Hadits / Islam Jamaah / Lemkari / LDII membuat ajaran namanya manqul , kemudian dijadikan landasan untuk menentukan sah tidaknya keislaman seseorang.Yang ikut manqul bikinan mereka itu maka Islamnya dianggap sah , sedang yang tidak ikut manqul, maka Islamnya tidak sah.
Manqul menurut mereka yaitu : Al Qur’an maupun Hadits harus ber isnad / bersambung dari guru sekarang sampai kepada Rasullullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Jadi Hadits yang dinyatakan Shahih ( benar/ sah ) oleh Imam Al Bukhari dan Imam-Imam Ahlul Hadits lainnya, belum cukup menurut mereka, masih harus ditambah lagi denga rawi ( periwayat 0 atau isnad ( pertalian riwayat ) dari guru sekarang sampai kepada Imam-imam hadits Tersebut.Itu menurut Teori mereka.
Dalam makalah pelajaran kelompok Islam Jama’ah / LDII yang berjudul Pol-nya Ilmu Manqul dijelaskan, ” Jadi manqul musnad muttashil artinya mengaji Al Qur’an dan Hadits secara langsung seorang atau beberapa orang murid yang menerima dari seorang atau beberapa orang guru dan gurunya tersebut asalnya menerima langsung dari gurunya dan gurunya menerima lagi dari gurunya lagi, sambung bersambung begitu seterusnya tanpa terputus sampai kepada Imam Penghimpun Hadits seperti Al Bukhari , Muslim , An Nasa’i , At Tirmidzi , Abu Dawud , Ibnu Majah dan lain-lain yang telah menulis isnad-isnad mereka mulai dari beliau-beliau ( Para Imam penghimpun Hadits ) sampai kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.

Sanggahan :
Itu teori yang diajarkan Islam Jama’ah / LDII . Namun secara praktek ,ternyata semua ayat atau hadits,baik lafazhnya, maknanya, maupun keterangannya harus yang dikeluarkan oleh H. Nurhasan Ubaidah dan murid-muridnya yang sudah disahkannya.Bahkan pengesahannya itu pakai surat resmi ijazah manqul Qur’an, dengan meng klaim bahwa pemberi ijazah itu sanad nya bersambung sampai kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, Malaikat Jibril , sampai kepada Lauh Mahfudh, dan terakhir sampai kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Dengan klaim seperti itu, hingga kalau ada anggota jama’ahnya yang dianggap melanggar, maka manqul nya dicabut, dan dianggap tidak sah lagi.

Mereka Mewajibkan Manqul dan Mengharamkan yang Tanpa Manqul

Landasan manqul ini menurut dia ( Nur Hasan – pendiri Islam Jama’ah / LDII ) , dan yang tertulis dalam makalah Polnya Ilmu Manqul, diantaranya adalah hadits, Maknanya menurut dia, ” Barang siapa yg mengucapkan ( menerangkan ) kitab Allah yang maha mulia dan Maha Agung dengan pendapatnya ( secara tidak manqul ), walaupun benar maka sungguh ia telah salah. ” ( HR. Abu Dawud )
Demikianlah cara mereka.Mereka menyelipkan kata bikinan ” secara tidak manqul ” dalam menerjemahkan hadits tersebut,yang dalam matan/teks hadits tersebut tidak ada kata-kata yang mereka bikin kemudian diselipkan itu.Namun kata-kata bikinan yang diselipkan itu kemudian dijadikan landasan pokok untuk mewajibkan manqul, lalu mereka mengharamkan mengaji Al Qur’an dan hadits yang tanpa manqul dengan ungkapan, : ” Sedangkan mengaji Al Qur’an dan hadits tanpa manqul atau ra’yi dilarang dalam agama islam dan diancam dimasukkan ke dalam neraka. Berarti hukumnya ” HARAM ” berdasarkan dalil, ” Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : ” Barangsiapa membaca Al Qur’an tanpa ilmu ( tidak manqul ), maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di Neraka.” ( Lihat, Pol nya Ilmu Manqul,hlm 5, 1/96).

Sanggahan :

Islam Jama’ah / LDII telah menambah-nambahi makna hadist,sedangkan tambahan yg dibikin-bikin oleh Islam Jama’ah/LDII itu lantas dijadikan landasan untuk mewajibkan dan mengharamkan,yaitu mewajibkan manqul dan mengharamkan manqul.
Lafazh bira’yihi dalam hadits riwayat Abu Dawud itu artinya ” dengan pendapatnya “. Tetapi oleh orang LDII diartikan ” Dengan pendapatnya ( secara tidak manqul )” .
Perlu kita tanyakan : Dari mana didapatnya kata-kata ” secara tidak manqul ” itu ????
Anehnya, kata-kata ” secara tidak manqul ” dan ” tanpa manqul ” yang diada-adakan untuk dipaksakan dalam menerjemah hadits itu justru dijadikan landasan untuk mewajibkan manqul, dan mengharamkan yang tidak manqul.
Itulah cara Yahudi yang memanipulasi wahyu Allah dan berani menghalalkan dan mengharamkan dengan landasan perkataan yg mereka ada-ada kan.

Berani Menentukan Masuk Neraka

Selajutnya, Islam Jama’ah / LDII lebih berani lagi untuk menentukan masuk neraka atas orang yang beribadah atau beramal tanpa ilmu manqul ( Buatan LDII ). Bukti keberanian mereka yang menandingi Yahudi itu mari kita simak kutipan terjemahan ayat alquran menurut Islam Jama’ah / LDII : ” Dan janganlah kamu mengatakan / mengerjakan pada apa-apa yang tidak ada ilmu bagimu ( ilmu manqul ). Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati semuanya itu akan ditanyai / diurus oleh Allah.” ( Al Isra : 36 ). ( Lihat, Polnya Ilmu Manqul, hlm. 61/96)
Disini Islam Jama’ah/ LDII telah mengubah/menambah-nambah makna ayat. Lafal ‘ilmun dalam ayat itu artinya ilmu.Tetapi oleh Islam Jama’ah / LDII diartikan : Ilmu (Ilmu Manqul). Bisa kita ajukan pertanyaan : Darimana mereka mendapatkan makna tambahan berupa “Ilmu manqul” itu??? Dari hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam yang mana ??? Atau, dari keterangan sahabat yang mana ???
Kata-kata tambahan dan bikinan yang tidak ada keterangan dari mananya itu justru untuk memvonis orang yang beramal tanpa ilmu manqul,maka masuk neraka.

(didalam Buku Paham dan Aliran Sesat di Indonesia dijelaskan panjang lebar tentang banyak sekali kebohongan-kebohongan tentang ilmu manqul, tentang mempermainkan Agama, memelintir ayat-ayat Alquran dan Hadits kemudian ditafsirkan menurut kemauannya,tentang masalah bai’at,dan banyak kedustaan2 lainnya. silahkan baca selengkapnya di Buku Paham dan Aliran Sesat di Indonesia Penerbit Pustaka Al Kautsar).

Berikut Kesimpulan hasil wawancara dengan Mantan Islam Jama’ah / LDII yang dijelaskan secara tanya jawab dan cukup panjang didalam buku Paham dan Aliran Sesat di Indonesia. Berikut kesimpulannya :

1. Wawancara dengan KH. Ahmad Subroto ( Murid Nur Hasan Ubaidah generasi Awal 1947-1967 ) : Orang LDII jago Fitnah, Muslimin dikafirkan, Hartanya boleh dicuri

2. Wawancara dengan Mantan Aliran Sesat Islam Jama’ah / LDII H. Nasifan Abdur Rahman Syakir ( Alumni Gontor tahun 1956 ) : ” Berpuluh kali saya dipaksa Menyelam di Genangan Air Tinja” , Syaikh Al ‘Amudi di Darul Ifta’ Saudi Mengatakan, NUR HASAN UBAIDAH ITU ” DAJJAL ( pendusta ) ” .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: